Loading...

KEUTAMAAN DAN TANDA LAILATUL QODAR

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu ? Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur urusan. Malam itu (penuh) Salaam sampai terbit fajar."



Segala puji hanya milik Allah Robb semesta alam yang ditanganNya-lah hidup dan mati setiap hamba. Shalawat serta salam semoga senantiasa tertuju pada tauladan kita dalam menjalani hidup, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga kepada keluarganya, para sahabat beliau dan para pengikutnya yang selalu istiqomah menetapi risalahnya.

Sobat RISMA yang budiman, sering kita mendengar dan kerapkali membaca ayat-ayat Alloh seputar malam Lailatul Qodar. Dalam Surat Al Qodar semisal, di dalam satu bab khusus Alloh telah jelaskan bahwa Lailatul Qodar adalah malam yang istimewa dimana Alloh turunkan Al-Qur'an pada malam tersebut, malaikat-malaikatNya turun ke muka bumi dan Ar Ruh atas izin-Nya mengatur urusan setiap kita. Dan pada malam itu lebih baik dari seribu bulan dimana saat itu (penuh) Salaam sampai terbit fajar.

Alloh berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur urusan. Malam itu (penuh) Salaam sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadr [97] : 1-5).

Merujuk ayat diatas, semua pasti telah mengetahui apa-apa saja keutamaan malam Lailatul Qadar. Pun demikian, kapan malam tersebut datang ? Lantas bagaimanakah tanda kedatangan malam tersebut ? Berikut rangkuman terkait keutamaan juga tanda-tandanya yang tersarikan dari berbagai sumber termasuk ceramah-ceramah para ustadz terkemuka. Semoga kita dimudahkan Alloh Ta'ala agar dapat bertemu dengan malam istimewa yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan dan kita dapat melaluinya dengan amal sholih yang istimewa pula.

Keutamaan Lailatul Qadar

Saudaraku sobat RISMA yang budiman, Bulan Ramadhan sebagai penghulu bulan pada sepertiga terakhirnya terdapat malam Lailatul Qadar. Berbeda dengan malam lainnya pastinya, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah. Dan diantara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4).

Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Kapan Waktu Lailatul Qodar Terjadi ?

Sebagaimana penjelasan Rasululloh Sholallohu'alaihi wasallam melalui sabdanya, Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Beliaupun juga menjelaskannya dengan lebih rinci yang mana waktu terjadinya Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dan itu lebih memungkinkan terjadi daripada malam-malam genap. Beliau Sholallohu'alaihi wasallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Akan tetapi terkait malam ganjil yang mana dan keberapa, terjadinya Lailatul Qadar lebih memungkinkan terjadi pada tujuh malam terakhir bulan ramadhan, sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Tak banyak berbeda dengan hadits seputar malam Lailatul Qodar, pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh sebagaimana pernah ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Dan sebuah catatan penting Ikhwal Lailatul Qodar menggaris bawahi kapan terjadinya malam Lailatul Qodar adalah :

Alloh menyembunyikan pengetahuan kapan terjadinya malam seribu bulan agar dapat terbedakan mana orang-orang yang sungguh-sungguh mencarinya dengan rangkaian amal sholih nan istimewa mana pula yang mencarinya dengan bermalas-malasan atau sekedar anut grubyuk mengikuti anthusiame orang-orang disekitar saja. Hal ini juga sebagai rahmat-Nya agar kita selaku hambanya terus memperbanyak amalan pada 10 malam terakhir Ramadhan, yang dengan demikian mereka akan semakin bertambah ketaqwaannya, juga semakin dekat dengan Alloh Ta'ala yang balasannya akan terganjar penuhi timbangan di akhirat kelak.

Wallohu'alam...semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini dan piala Taqwa dapat kita raih sebagai buah manis keimanan atas ketundukan serta kepatuhan menjalankan syariat-Nya.

Tanda Malam Lailatul Qadar


[1] Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

[2] Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)

[3] Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

[4] Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150)

Sebagai pungkasan, terlantun doa : Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih malam Lailatul Qodar tahun ini dengan khusuk, dan mampu mengisinya dengan rangkaian amal sholih terstandart Syariat tanpa sedikitpun ternoda riya'. Amin Yaa Robbal'alamiin.

***

Disusun di Dusun Seneng Banyurojo, Mertoyudan, Magelang tanggal 15 Ramadhan 1436 H Menjelang Dhuha.

Penulis : Abu Bilal | www.ngaos.com

Puasa 5478456342416310914

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Popular Posts